Kamis, 10 Mei 2012

sinopsis buku madre




Sinopsis buku madre
Buku ini menyeritakan tentang seorang pemuda bernama tansen dia bertempat tinggal di bali sebagai seorang freelancer dia mempunyai sikap peduli, tidak suka terikat dia mempunyai kebiasaan menulis blog tentang perjalanan hidup nya.dia tidak tau bahwa neneknya benama laksmi memiliki pabrik roti tempo dulu yang sudah lama mati.
Pada suatu hari dia berkunjung ke Jakarta. Dia tidak sengaja mengunjungi kuburan cina. Disana dia bertemu seseorang yang berpenampilan rapi  disaat ditanya “apakah anda tansen?” dia pun menjawab “yah benar saya bernama tansen” diapun menjawab “ oke kamu harus ikuti aku ke suatu tempat.
Disaat dia mengikuti pria tersebut dia pun diajak bicara dan hasil pembicaraanya adalah bahwa tansen mempunyai warisan dari kakeknya yang dia tidak kenal.
Dan keesok hari nya pun dia mengunjungi suatu tempat yang pria kemarin berikan alamatnya. Dia menemukan gedung tua yang tampaknya adalah toko roti tua. Diapun mengetuk pintu gedung tersebut dan keluarlah pria separuh baya menghampirinya “masuklah” kata dia maka masuklah tansen
Dia pria separuh baya itu bernama pak herman dia pun menceritakan semua sejarah kakek-nenekya membangun toko roti tersebut dan dia pun diberikan adonan roti bernama “madre” dia langsung kebingunan setengah mati.
Dia melakukan mebiasaanya yaitu menulis blog dia menulis “apa yang bisa saya lakukandengan setumpuk adonan roti bernama madre? ” beberapa saat kemudsian dia mendapatkan sms dari temanya bernama mei dia mengatakan “apakah kamu akan menjual adonan tersebut aku akan beli dengan harga Rp 500 juta bila kamu setuju saya akan temui anda di runah kamu esok hari’’ tansen pun terperanjat saat melihat sms singkat tersebut dan dia mengatakan semuanya kepada pak herman dan dia pun berkata “apa!! Kamu mau menjual warisan dari nenekmu itu yang berharga, hanya orang bodoh yang akan melakukan itu tapi, terserah kamulah  kalau kamu tetap ngotot menjual itu karena itu sekarang milikmu..” pak herman pun menjauhi tansen dengan muka tertunduk lesu.

Perasaan tansen pun kebingungan ditamdah kaget karena telah ditegur oleh pak herman. Keesokan hari nya mei datang ke gedung tua tersebut dia menghampiri tansen dan mengatakan “ saya tidak jadi membeli adonan tersebut tapi saya akan mengajak kerjasama dengan toko roti saya. Apakah kamu mau??” dan tansen pun berbicara dengan pak herman tentang kerjasama tersebut dan pak herman pun setuju penuh dengan usulan tansen.karena berkarja sama dengan toko mei, toko yang sudah lama mati bangkit kembali dan tansen pun melanjutkan karier dari neneknya tersebut menjadi pembuat roti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar