Sinopsis buku madre
Buku ini
menyeritakan tentang seorang pemuda bernama tansen dia bertempat tinggal di
bali sebagai seorang freelancer dia mempunyai sikap peduli, tidak suka
terikat dia mempunyai kebiasaan menulis blog tentang perjalanan hidup nya.dia
tidak tau bahwa neneknya benama laksmi memiliki pabrik roti tempo dulu yang
sudah lama mati.
Pada suatu
hari dia berkunjung ke Jakarta. Dia tidak sengaja mengunjungi kuburan cina.
Disana dia bertemu seseorang yang berpenampilan rapi disaat ditanya “apakah anda tansen?” dia pun
menjawab “yah benar saya bernama tansen” diapun menjawab “ oke kamu harus ikuti
aku ke suatu tempat.
Disaat dia
mengikuti pria tersebut dia pun diajak bicara dan hasil pembicaraanya adalah
bahwa tansen mempunyai warisan dari kakeknya yang dia tidak kenal.
Dan keesok
hari nya pun dia mengunjungi suatu tempat yang pria kemarin berikan alamatnya.
Dia menemukan gedung tua yang tampaknya adalah toko roti tua. Diapun mengetuk
pintu gedung tersebut dan keluarlah pria separuh baya menghampirinya “masuklah”
kata dia maka masuklah tansen
Dia pria
separuh baya itu bernama pak herman dia pun menceritakan semua sejarah
kakek-nenekya membangun toko roti tersebut dan dia pun diberikan adonan roti
bernama “madre” dia langsung kebingunan setengah mati.
Dia melakukan mebiasaanya yaitu menulis blog dia menulis “apa
yang bisa saya lakukandengan setumpuk adonan roti bernama madre? ” beberapa
saat kemudsian dia mendapatkan sms dari temanya bernama mei dia mengatakan
“apakah kamu akan menjual adonan tersebut aku akan beli dengan harga Rp 500
juta bila kamu setuju saya akan temui anda di runah kamu esok hari’’ tansen pun
terperanjat saat melihat sms singkat tersebut dan dia mengatakan semuanya
kepada pak herman dan dia pun berkata “apa!! Kamu mau menjual warisan dari
nenekmu itu yang berharga, hanya orang bodoh yang akan melakukan itu tapi,
terserah kamulah kalau kamu tetap ngotot
menjual itu karena itu sekarang milikmu..” pak herman pun menjauhi tansen
dengan muka tertunduk lesu.
Perasaan
tansen pun kebingungan ditamdah kaget karena telah ditegur oleh pak herman.
Keesokan hari nya mei datang ke gedung tua tersebut dia menghampiri tansen dan
mengatakan “ saya tidak jadi membeli adonan tersebut tapi saya akan mengajak
kerjasama dengan toko roti saya. Apakah kamu mau??” dan tansen pun berbicara
dengan pak herman tentang kerjasama tersebut dan pak herman pun setuju penuh
dengan usulan tansen.karena berkarja sama dengan toko mei, toko yang sudah lama
mati bangkit kembali dan tansen pun melanjutkan karier dari neneknya tersebut
menjadi pembuat roti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar